Are you the publisher? Claim this channel


Embed this content in your HTML

Search

Report adult content:

click to rate:

Account: (login)

More Channels


Channel Catalog


Channel Description:

Tips Trik kartu kredit anda

    (Alm.) Irzen Octa-lah Yang Salah


    Kematian seorang nasabah kartu kredit Citibank (alm.) Irzen Octa, sekjen PPB (Partai Pemersatu Bangsa) dikantor Citibank membuat polemik tentang kartu kredit semakin bergulir kencang. Bank Indonesia sampai dipanggil oleh Komisi XI DPR, untuk dimintai keterangan juga pihak Citibank secara langsung. Sebab kematiannya pun masih dalam penyidikan polisi, informasi terakhir adalah pecahnya pembuluh darah diotak.

    Ok, saya tidak akan membahas lebih lanjut penyebab kematiannya beliau, tapi karena efek kejadian ini sangat membuat saya selaku pemegang kartu kredit tidak nyaman. Bukannya saya takut dengan debt collector, tapi adalah wacana regulasi yang akan dirancang oleh Bank Indonesia untuk lebih memperketat regulasi seputar kartu kredit, antara lain; wacana kenaikan bunga kartu kredit mencapai 5%, pembatasan plafon kartu kredit hanya 30% dari penghasilan, dan yang terakhir adalah pembatasan kepemilikan kartu kredit maksimal hanya 2 kartu. Memang ini hanya wacana saja yang baru bergulir, belum menjadi ketetapan.

    Menurut saya pribadi, kasus ini menjadi kasus nasional karena korbannya adalah politikus (walaupun notabene dari partai kecil), mungkin karena profesinya politikus maka menjadi isu nasional, sebesar itukah pengaruh politikus? Padahal kalau diliat dari kasus yang terjadi, oknum pengemplang hutang kartu kredit ini ternyata dipanggil oleh pihak Citibank selama 3 tahun sangatlah sulit untuk dihubungi dengan kata lain tidak kooperatif untuk menyelesaikan kewajibannya, bisa cek di artikel di Kompas 15 April 2011 Halaman 27.

    Pihak pengacaranya, mengatakan oknum ini adalah nasabah yang baik di Citibank, karena sudah puluhan tahun menjadi nasabah kartu kredit, dengan asumsi memiliki kartu kredit jenis platinum (minimal limit 30-40 juta). Jika memang beliau nasabah yang baik, kenapa bisa sampai memiliki hutang sampai Rp.100 juta (dihitung dengan bunga yang berjalan dari hutang pokoknya Rp.48 juta) sampai berlangsung 3 tahun? Ini buat saya adalah kejanggalan.

    Logika saya adalah, jika beliau menggunakan limit kartu kredit sampai over limitpun, misalnya Rp.50 juta, maka minimum payment yang bisa dibayarkan adalah Rp.5 jutaan, dan tentunya kartu tersebut harusnya decline (tidak bisa digunakan untuk sementara waktu) sampai bisa diangsur lagi sisa cicilannya. Jika memang beliau sudah membayar dengan dicicil selama rentang waktu 3 tahun tersebut, harusnya jumlah hutangnya juga bisa berkurang tidak sampai Rp.48 juta.

    Nah, dari hal yang demikian lah sudah bisa saya sedikit simpulkan, bahwa oknum pengemplang hutang ini memang tidak ada niatan baik untuk menyelesaikan masalah dengan pihak Citibank. Apa yang terjadi di kantor penagihan Citibank yang menyebabkan kematian bagi saya adalah musibah yang tak bisa dihindarkan, tapi kalau hutang bisa dihindarkan kembali lagi kepada diri kita sendiri.

    Kartu kredit tidak pernah salah, yang salah adalah yang memegangnya dan tak bertanggung jawab. Silahkan buat siapapun yang ingin beradu argumen dengan saya tentang kartu kredit, atau siapapun yang merasa benci dengan kartu kredit dan tidak suka dengan tulisan saya, silahkan untuk beradu argumen dengan saya, mudah-mudahan bisa mendapatkan pencerahan.


    Mudah-mudahan bermanfaat.



    Ebook Pengelolaan Hutang Kartu Kredit


    Baru saja hari ini saya menyelesaikan tulisan yang akhirnya saya buatkan juga versi ebook PDF-nya mengenai manajemen hutang kartu kredit. Walaupun secara dasarnya saya bukan seorang financial consultant yang mengerti soal keuangan, setidaknya saya berhak untuk belajar dan menerapkan bagaimana mengatur dan mengelola hutang kartu kredit.

    Nah, ebook ini, saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya pribadi lagi dalam mengatasi hutang kartu kredit dan juga pengelolaannya agar bisa terhindar hutang yang tidak produktif dan juga ketidak mampuan dalam membayar hutang kartu kredit. Apa yang saya tulis, bukan untuk mengajari anda berhutang jauh lebih dalam lagi, atau membebani hidup anda dengan hutang. Justru apa yang saya tulis bagaimana cara menghadapi hutang tersebut dan menyelesaikannya. Selain itu juga saya menuliskan beberapa contoh kasus, kenapa hutang kartu kredit bisa membengkak, dan juga problem yang sering dijumpai pada pengguna kartu kredit.

    Isi Ebook Manajemen Hutang Kartu Kredit
    1. 6 Pokok penting dalam mengelola kartu kredit
    2. Mengenali hutang karena pembelanjaan (retail) dan hutang akibat tarik tunai (cash advance)
    3. Mengatur hutang pembelanjaan (retail)
    4. Mengatur hutang akibat tarik tunai (cash advance)
    5. Kasus-kasus yang umum terjadi dan terjadinya hutang kartu kredit, beserta solusinya

    Sayangnya, saya mohon maaf sekali saya tidak bisa menyebar luaskan begitu saja tulisan ebook saya ini, saya hanya akan sharing saja dengan beberapa rekan yang sudah bersedia mendonasi sebagai bukti keseriusannya untuk sama-sama belajar tentang kartu kredit dan pengelolaannya. Jika anda berminat anda bisa kok dapatkan, anda cukup kunjungi bagian download di blog ini.


    Mudah-mudahan bermanfaat

    Salam Hangat dan Sukses Selalu

    Ebook Problem Solving Masalah Kartu Kredit


    Awal bulan ini, saya sedang menunggu proses verifikasi dari pengajuan kartu kredit ke Bank Bukopin dan Bank Mandiri. Karena kedua bank ini adalah bank termasuk milik pemerintah dengan bunga cukup kecil dibandingkan bank lainnya. Saya baru mengajukan seminggu yang lalu. Sambil menunggu verifikasi saya akhirnya coba menuliskan kembali bagaimana mengatasi permasalahan dan kasus-kasus yang sering terjadi mengenai kartu kredit. Sering sekali kalau kita membaca surat pembaca, mengenai komplain atau laporan mengenai kartu kredit. Biasanya laporan-laporan tersebut muncul karena faktor ketidak tahuan juga dari pemegang kartu kredit, seandainya memahami betul, tentunya bisa diminimalisir dan bisa jauh dari segala masalah yang timbul.

    Beberapa kasus yang sering timbul akibat ketidak tahuan pemegang kartu kredit antara lain :
    1. Prosedur Yang Sulit Untuk Menutup Kartu
    2. Denda dan Biaya‐Biaya Lain‐Lain
    3. Tagihan Tidak Terkirim, Telat Terkirim Mendekati Jatuh Tempo
    4. Masalah Biaya Tahunan
    5. Masalah Cicilan 0%
    6. Masalah Teror Bagian Penagihan
    7. Masalah Tagihan dan Sistem Pembayaran
    8. Transaksi Gagal Tapi Tertagih
    9. Fraud Transaksi Kartu Kredit
    10. Masalah Reward Point, Cash Reward, Hadiah dan lain‐lain
    Untuk penjelasan detilnya, anda bisa baca lebih lanjut melalui ebook yang saya buat tapi ini terbatas hanya untuk yang sudah mendonasikan saja ya. Berminat untuk donasi? bisa kunjungi halaman download

    Daripada capek-capek anda harus sendiri terjerumus ketidak tahuan akan kartu kredit dan akhirnya mengambil langkah yang salah, sebaiknya pelajari dulu inti masalahnya untuk mendapatkan solusi terbaiknya.

    Mudah-mudahan bermanfaat

    Mengenal Informasi Debitur Individual


    Sering mengajukan kartu kredit, tapi selalu reject? atau hendak mengajukan KTA, atau KKB atau bahkan KPR. Sebaiknya saya sarankan untuk cek terlebih dahulu Informasi Debitur Individual (IDI) Historis anda yang tercatat baik di Bank Indonesia untuk mengecek kolektibilitas anda di bank tersebut. Berapa kali anda mendengan istilah "blacklist SID BI"? pasti sering ya untuk siapapun yang sering datang ke bank untuk keperluan urusan kartu kredit, atau cicilan lainnya. Sebelum saya memutuskan untuk menulis di blog ini, saya sendiri masih bingung dan penuh tanda tanya, apa sih SID itu, apa sih BI Checking itu, apa sih maksudnya 'blacklist SID BI'.

    Untuk mencari tahu rasa penasaran dan juga ingin menambah wawasan saya, akhirnya saya beranikan diri, tepat hari ini tanggal 10-Mei-2011 untuk datang ke Bank Indonesia yang ada di kota Bandung (daerah sekitar Jl.Merdeka-depan taman walikota). Saya datang ke bagian Informasi untuk memperoleh laporan BI Checking saya, laporan ini dinamakan IDI - Informasi Debitur Individual.


    Kemudian, saya di mintai kartu identitas saya yaitu KTP oleh seorang petugas, dan petugas itu langsung memberikan saya satu lembar surat seperti formulir permohonan permintaan IDI. Setelah diisi lengkap, form tersebut petugas tadi akhirnya membuka data saya, dan akhirnya memberikan laporannya yang sudah diprint lengkap. Kemudian memberikan penjelasan singkat isi form IDI yang saya terima.

    Secara singkatnya, untuk memperoleh laporan BI Checking anda;
    1. Datang langsung ke Bank Indonesia yang ada di kota tempat anda tinggal, kemudian ke bagian Informasi atau Public Relation pada hari kerja jam 08.00-15.00
    2. Siapkan FC KTP lebih baik, kemudian mengisi formulir permohonan permintaan IDI
    3. Laporan IDI anda akan anda peroleh setelah data dapat dibuka oleh petugas dan dicetak langsung saat itu juga, GRATIS!

    Ok, setelah laporan IDI tersebut anda terima, ternyata secara garis besar isi IDI tersebut antara lain;
    a. Data Pribadi Anda ; termasuk no.KTP, NPWP
    b. Alamat Rumah Tinggal ; termasuk alamat pengiriman kartu kredit, tagihan, atau alamat korespondensi yang digunakan untuk akad kredit lainnya
    c. Alamat dan data Pekerjaan
    d. No.telepon rumah
    f. Data lengkap Bank yang memberikan kredit anda; total pagu kredit, tahun pemberian, tahun berakhir perjanjian kredit, dan kolom-kolom bulan dan tahun yang ada isi angka kolektibilitas (1,2,3,4,5), juga ada catatan jika ada yang macet ditanggal berapa bulan berapa tahun berapa secara lengkap.

    Untungnya saya sudah cek dan memang saya termasuk di golongan lancar dengan pengisian angka 1 di kolom tiap Bank yang mengeluarkan kartu kredit untuk saya. :)


    Oh ya anda juga bisa mengecek dan memohon permintaan BI Checking IDI anda pribadi melalui online, anda bisa kunjungi 


    Mudah2an bisa bermanfaat

    Info Penting Kenaikan Limit


    Di beberapa waktu yang lalu saat sesi sharing dan konsultasi lewat YM tepatnya sih hari Jumat 13 Mei 2011, ada beberapa rekan yang sharing dan menanyakan bagaimana cara untuk mengajukan kenaikan limit kartu kredit yang dimiliki saat ini. Ada seorang rekan, kalo ga salah namanya sih Pak Frans, seorang pengusaha kuliner asal Jogja-Kota Gudeg. Beliau memiliki kartu kredit BNI sudah berjalan 2 tahun, dengan limit masih 5 juta. Selama ini beliau mengajukan kenaikan limit, tapi selalu gagal. Akhirnya setelah mengobrol ngalor-ngidul dengan beliau, ternyata selama ini, kartu kredit BNI yang dimilikinya selalu dibayar minimum payment, selain itu juga hampir 60% digunakan untuk kegiatan tarik tunai via ATM. Dari kasus inilah, saya bisa sedikit menyimpulkan bahwa penggunaan kartu kredit yang dimilikinya tidak begitu baik. Saya bukan ahli perbankan juga bukan ahli ekonomi, namun dalam kaca mata pandangan awam saya saja, itu sudah tidak baik untuk ukuran memperlakukan kartu kredit.

    Kenaikan limit, sebenarnya hak bagi pemegang kartu kredit akan tetapi tetap harus mendapatkan persetujuan dari pihak Bank. Sebenarnya pentingkah sebuah tujuan kenaikan limit? Jawabannya kembali kepada pribadi anda selaku pemegang kartu. Bagi saya pribadi, limit berapapun yang diberikan oleh pihak Bank kembali kepada tanggung jawab yang akan anda jalani dikemudian hari. Jika limit besar, maka tanggung jawab juga semakin besar.

    Bagaimana cara menaikkan limit kartu kredit? Informasi yang beredar tentunya sudah banyak diinternet. Tapi ini khusus saya tuliskan berdasarkan info-info dan hasil sharing-sharing dari beberapa rekan mengenai tips-tips untuk mengajukan kenaikan limit.


    1. Biasanya nasabah bisa diberikan hak untuk mengajukan kenaikan limit, jika umur kartu kredit minimal 6 bulan, jika demikian maka dalam 1 tahun anda memiliki 2 kesempatan untuk meningkatkan limit kartu kredit anda. Ada juga yang 3 bulan sekali bisa mengajukan kenaikan limit, contoh kasus kartu kredit BCA.
    2. Kenaikan limit, bisa secara otomatis ataupun non-otomatis. Otomatis; kenaikan limit diberikan oleh pihak analis Bank secara langsung berdasarkan penilaian penggunaannya secara berkala dalam 1 periode. Non-otomatis; kenaikan limit diberikan setelah ada pengajuan nasabah secara formal kepada pihak Bank.
    3. Penilaian yang mempengaruhi kenaikan limit kartu kredit; 100% tidak pernah menunggak dalam membayar, 70% selalu bayar full-payment, tidak terlalu sering tarik tunai via ATM, mengikuti program yang ditawarkan, limit kartu kredit memang digunakan (kartu kredit tidak menganggur).
    4. Cara lain untuk mendapatkan limit kartu kredit lebih besar dari limit saat ini adalah, menutup kartu kredit tersebut, dan memberitahukan alasannya "limit yang tidak sesuai alias kecil" kepada pihak bagian penutupan. Kemudian cobalah apply kembali kartu kredit yang anda tutup 3-6 bulan kedepan, biasanya akan re-aktif kembali kartu kredit yg pernah anda tutup dan mendapatkan limit lebih besar dari limit sebelumnya. Syarat ini bisa terpenuhi jika anda adalah nasabah yang baik, dan tidak bermasalah.
    Bagaimana, apakah anda berniat untuk mengajukan kenaikan limit untuk kartu kredit anda? Sebaiknya coba cek lagi tagihan-tagihan sebelumnya yang anda terima, cek kembali bagaimana pemakaian kartu kredit anda selama ini. Mudah-mudahan postingan ini bisa bermanfaat.



    Memahami Hubungan KPR dan Kartu Kredit


    Di salah satu Group FB milik salah satu inspirator saya dalam upaya mendapatkan kartu kredit pertama kali, saya sempat melihat ada info bagaimana salah seorang akun FB menulis di wall group tersebut mengenai cara mendapatkan Approve pengajuan KPR dengan mudah, nah selidik demi selidik adalah dengan cara menjaminkan kartu kreditnya.

    Saya sempat bingung, loh kok bisa? perdebatan dan pertanyaan juga memanjang dalam balas membalas komentar di status wall Group FB tersebut.

    Akhirnya saya tahu, sang penulis info ini ternyata mengklaim memiliki 27 kartu kredit, istrinya sendiri 16 kartu kredit. Wah, saya salut sekali jika memang benar demikian. Tapi saya pikir-pikir kembali, memangnya Bank penerbit kartu kredit di Indonesia ada berapa ya? apakah sampai 20an?saya sempat mikir aneh...tapi ya sudahlah bukan hal penting buat saya pikirkan lebih jauh.

    Yang jadi pikiran saya, kenapa bisa kartu kredit dijadikan jaminan untuk mengambil KPR?
    Menurut beliau, jika memiliki kartu kredit banyak, dengan asumsi sampai miliaran rupiah, maka bisa dijadikan untuk agunan mengambil KPR. Asumsi ini, menurut saya justru aneh. Pada prinsipnya, Bank memiliki standar khusus batas maksimal yang diberikan kepada nasabahnya, itupun tergantung dari track recordnya selama pemakaian kartu kredit.

    Justru yang harus dijadikan patokan untuk dipahami bersama mengenai korelasi antara KPR dan Kartu Kredit adalah;
    1. Jika anda mengajukan KPR, dan KPR itu disetujui, biasanya anda bisa mendapatkan dengan mudah kartu kredit, jika kolektibilitas anda bagus. Contoh nyata; produk KPR Griya dari BNI, anda bisa dapat kartu kredit BNI limit 10-20jt saat pengajuan KPR Griya BNI anda disetujui.

    2. Anda tidak akan pernah bisa disetujui pengajuan KPR-nya karena tersandung Blacklist dari BI, biasanya kasus ini terjadi pada nasabah kartu kredit yang kolektibilitasnya tidak bagus.

    3. Jangan pernah nekat untuk menggunakan kartu kredit untuk menjadi DP atau dana taktis untuk pengajuan KPR atau membayar cicilan KPR. Karena secara tidak langsung, anda menggunakan kartu kredit secara salah dan justru akan menambah resiko anda terbelit hutang berkepanjangan. Begini penjelasannya; Limit kartu kredit yang ada, mau tidak mau harus digunakan untuk tarik tunai untuk keperluan pembayaran DP KPR ataupun cicilan KPR. Secara tidak anda sadari, anda sudah harus menanggung beban hutang tersebut, biaya yang dikenakan, dan bunganya. Jadi coba dipikirkan baik-baik strategi ini jika memang anda nekat untuk coba-coba.

    4. Sistem pengajuan KPR dan kartu kredit jelas berbeda sangat jauh sekali, pelaksanaannya dalam proses analisa Bank kepada calon nasabahnya.

    Berhubung tulisan ini sedikit membahas soal KPR, mungkin bisa jadi sumber bacaan anda juga dilain kesempatan, saya sisipkan ada tulisan mengenai Tips Memilih Bank Untuk KPR. Silahkan anda bisa download ebooknya


    Mudah-mudahan bermanfaat



    Simpel Cashflow Kartu Kredit


    Ada yang mengerti apa arti cashflow?
    Saya pribadi jujur saja, tahu dan baru sedikit memahami soal cashflow itu satu tahun kebelakang ini. Dulu saya hanya tahu istilah cashflow karena ikutan sebuah MLM karena ditawari oleh teman saya, di doktrin lah istilah cashflow ini bertubi-tubi. Intinya adalah bagaimana mengatur sedemikian rupa alur keuangan yang diperoleh, besar maupun kecil agar tetap berjalan baik di kehidupan secara finansial.

    Saya nekat menuliskan artikel ini, bagaimana mengatur cashflow dengan kartu kredit. Padahal saat belum memiliki kartu kredit saja, sangat sulit untuk mengaturnya, bagaimana mungkin saat ada kartu kredit wajib menguasai cashflow.

    Jika anda bekerja dan memiliki penghasilan yang tetap maupun tidak tetap, tentunya sudah memiliki perencanaan keuangan yang menurut anda itu adalah kebiasaan anda sendiri (faktor gaya hidup individu). Anda memiliki catatan; cicilan kredit motor bagi yang masih nyicil, rencana belanja kebutuhan sehari-hari selama sebulan, rencana membeli barang yang diinginkan, untuk pendidikan maupun pos hiburan, dan dana tak terduga.

    Kartu kredit memiliki keuntungan tersendiri bagi anda yang disiplin untuk mengatur keuangan pribadinya. Sehingga dengan kartu kredit tersebut masih memungkinkan untuk mendapatkan cashflow yang baik.
    Syarat utama agar anda bisa memahami cashflow dengan kartu kredit adalah memahami siklus pencatatan tagihan dan transaksi kartu kredit.

    Begini rahasianya :
    1. Catat semua kebutuhan bulanan anda maupun keluarga anda; termasuk kebutuhan belanja bulanan rumah tangga, bensin untuk transport, hingga kebutuhan akan hiburan (nonton, makan di restoran, jalan-jalan)

    2. Jika anda mencatatnya dengan baik, anda akan bisa memilah milih barang dan kebutuhan apa yang diutamakan, termasuk dengan harga terbaik yang bisa didapatkan dan lokasi belanja bulanan yang akan ditetapkan, pilihlah kartu kredit yang memberikan cashback dengan rate tinggi 5-10%, atau gunakan kartu kredit yang memang bekerja sama dengan supermarket tersebut, pasti ada promo-promo lebihnya yang bisa anda gunakan untuk mendapatkan harga terbaik.

    Manfaatkan diskon yang diberikan jika ada. Cara ini akan berhasil membuat anda jauh lebih hemat, asalkan anda teliti dan benar-benar memperhitungkan dengan baik kebutuhan yang utama untuk keluarga anda.

    3. Anda juga bisa menggunakan kartu kredit untuk membeli bensin (jika anda menggunakan mobil), gunakan lagi promo cashback, dijamin lebih hemat. Kenapa cashback? Cashback adalah pengembalian uang sejumlah persentase tertentu dari jumlah pembelanjaan, dan ini bisa mengurangi tagihan anda.

    4. Jika harus terpaksa untuk hiburan semisal makan di resto, menonton bioskop, carilah resto ataupun cafe yang memiliki promo dengan kartu kredit yang sedang berlangsung, minimal discount ataupun buy one get one bisa anda dapatkan.

    Hal-hal ini bisa anda terus pelajari lebih baik lagi, karena bagaimanapun juga cashflow kembali ke individu masing-masing, dan kebiasaan individu dalama memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Selalu ingatkan diri sendiri bahwa kartu kredit adalah hutang, bukan uang anda pribadi. Belanjalah dengan terencana terlebih dahulu. Buat anggaran belanja seperti hal diatas, agar lebih disiplin dalam belanja dan penghematan dengan memanfaatkan promo belanja murah dari kartu kredit tercapai. Usahakan bayar tagihan sebelum jatuh tempo, lunasi sisa saldonya jika terpaksa membayar mencicil dengan secepatnya.







    MasterCard Classic CIMB Niaga


    Bagaimanakan weekend anda minggu kemarin? Selamat buat Barcelona yang baru saja menjuarai UEFA Championship League 2010-2011 tentunya...dan selamat juga buat saya....heheheheh

    Kenapa saya memberi selamat ke diri saya sendiri, karena tepat di tanggal 28-05-2011 saya menerima kiriman amplop besar bewarna merah, dan isinya adalah kartu kredit MasterCard Classic CIMB Niaga, dengan limit yang aneh yaitu 10 juta untuk kelas Classic setara dengan Silver. 

    Yang lebih aneh lagi, kiriman ini saya anggap sebagai tamu tak diundang. Karena saya sadar betul tidak pernah mengajukan atau apply jenis kartu kredit ini. Tapi saya tiba-tiba dikirimin kartu kredit ini ke rumah saya. Setelah saya coba konfirmasi ke pihak Call Center (14041) ternyata memang saya benar mendapatkannya dan saya memperoleh kartu kredit ini karena saya terpilih sebagai nasabah secara acak, berdasarkan riwayat pengalaman menggunakan kartu kredit jenis lain, maka pihak analyst CIMB tanpa ragu untuk membuatkan saya kartu kredit CIMB Niaga.

    Walaupun jenisnya Classic, ternyata jenis kartu kredit CIMB Niaga ini sangatlah kurang untuk segi promo-promo di merchant-merchant resto ataupun supermarket lainnya. Keuntungan yang bisa didapat paling program dana tunai yang bisa diberikan oleh CIMB Niaga jika saya nanti tidak aktif menggunakan kartunya. Selain itu iuran tahunan untuk jenis kartu MasterCard CIMB Niaga ini Free For Life, Gratis selamanya selama kartu aktif.

    Nah, tentu anda yang membaca ini akan berminat juga kan, mendapatkan kiriman kartu tanpa apply? Buat anda yang pemula bisa mempelajari pengalaman saya mendapatkan kartu kredit untuk pertama kalinya, silahkan baca di bagian Download.

    Thanks buat CIMB Niaga :)

    Co-Branding Mega Visa Yang Kurang Berguna


    Hari ini, saya dikirimin lagi kartu kredit jenis BSM Ultima Shopping Card, milik dari Bank Mega, dengan limit hanya 5juta. Biasanya BSM Ultima ini merupakan jenis kartu kredit dengan sharing limit dengan Mega Visa reguler. Tapi untuk kartu yang saya terima, ternyata limit terpisah dengan kartu Mega Visa Gold yang saya miliki, hal ini sudah saya coba cek ke Call Center Mega (021) 79175555. Saya tidak bertanya lebih lanjut kenapa bisa limit terpisah. Saya cuma sempat bertanya, apakah limit ini bisa di tambahkan ke limit Mega Visa Gold saya sehingga kemungkinannya Mega Visa saya berubah menjadi Platinum dengan total limit 20 juta. Ternyata tidak bisa karena sistemnya berbeda.

    Kartu BSM Ultima, saya sudah pelajari, ternyata tidak banyak benefit yang bisa diperoleh dari jenis kartu kredit ini. Walaupun promo dan fasilitas yang ditawarkan sama dengan Mega Visa reguler, paling kelebihannya hanya di promo yang ditawarkan jika anda sering dan memang suka berbelanja di BSM (Bandung Super Mall). Jadi secara tidak langsung semakin meneguhkan, bahwa tidak ada promo unggulan dari jenis co-branding keluaran Bank Mega ini. 

    Mungkin, kartu kredit ini akan saya simpen saja, berhubung iuran tahunan pertamanya masih gratis. :)
    Hanya menambah koleksi pajangan saja.

    Testimoni dan Saran Kritik


    Ada banyak email yang masuk ke admin kartukreditku.info dan memberikan sekedar testimonial, pengalaman, saran dan kritik mengenai pengalaman dalam hal mendapatkan kartu kredit yang diidam-idamkan. Nah tidak semuanya bisa dimasukkan dalam satu halaman penuh disini, tentunya akan diupdate selalu secara berkala, karena testimoni, dan segala kritik saran ini akan membuat kami menjadi lebih fokus dalam hal upaya memberikan ilmu-ilmu dan tips dan informasi berguna mengenai dunia kartu kredit. :) 

    Selain itu bagi mereka yang sudah berkenan memberikan testimonialnya, berhak mendapatkan voucher makan gratis dari KFC, J.CO Donuts, BreadTalk, Voucher MAP, dan Voucher belanja Hypermart. Asyikkann...

    Sedikit testimonial











    Bobol Kartu Kredit


    Di media internet disebutkan kalau Bank Indonesia melaporkan hingga April 2011 terjadi kasus pembobolan kartu kredit/debit hingga Rp. 11,78 Miliar dan dibahas mengenai banyaknya kejahatan perbankan yang salah satunya adalah kejahatan kartu kredit. Jenis kejahatan ini lebih cenderung ke transaksi ilegal (fraud transaction), pencurian data nasabah kartu kredit. Sebenarnya apa sih maksudnya dari transaksi ilegal? Transaksi ilegal ini menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran ataupun pengambilan uang tunai, dengan mencuri data nasabah kartu kredit dengan berbagai cara.

    Soal pencurian data nasabah ini sudah pernah saya tuliskan sebelumnya. Sekarang saya akan sedikit tuliskan saja apa saja modus yang sering digunakan oleh oknum-oknum pelaku kejahatan kartu kredit ini.

    1. Pencurian data dengan cara sistem tertentu biasa disebut dengan cracking credit card. Pelaku ini cenderung mengintai nasabah kartu kredit yang menggunakan kartu kreditnya untuk transaksi online di internet, di toko-toko online. Untuk kejadian seperti ini sulit untuk dilakukan dispute (pembatalan transaksi) karena sulitnya melacak lebih lanjut si pelaku, paling yang menjadi perhatian Bank adalah; pemblokiran sementara kartu kredit, dan dibuatkan kartu baru dengan no.kartu yang baru. Selanjutnya pihak merchant atau toko akan di blacklist oleh Bank. Kasian ya yang punya merchantnya.

    2. Pencurian data dengan cara pemalsuan kartu kredit. Jangan salah loh, kartu magnetik ini bisa digandakan dengan mudah jika anda memiliki alatnya. Di catatan Bank Indonesia sendiri mengungkapkan fraud kartu kredit karena pemalsuan kartu kredit terjadi akibat adanya pemalsuan kartu yang mencapai 545 kasus dengan kerugian Rp 2,53 miliar. Biasanya ini terjadi jika ada merchant atau pemilik toko memasang alat tambahan atau mesin edc (mesin gesek kartu) yang tidak semestinya sesuai regulasi Bank.

    3. Pencurian data nasabah, dengan sindikat marketing kartu kredit. Nah ini yang sangat mengerikan. Kenapa saya anggap mengerikan, karena kasus ini masuk ke kejahatan terorganisir dan rapih. Kasus seperti ini sudah cukup banyak, coba saja search di google atau bisa cek di surat pembaca media mengenai keluhan seorang nasabah yang merasa tidak melakukan transaksi apapun tapi ditagihkan sejumlah tagihan cukup besar.

    Untuk kasus ini, indikasinya demikian; adanya perubahan data pribadi tanpa diketahui pemilik kartu kredit misalnya; billing tidak terkirim, atau ada perubahan alamat tanpa nasabah mengetahui, pihak ke-3 atau emergency call biasanya mendapatkan konfirmasi tanpa sepengetahuan nasabah.

    Kasus ini terjadi, dikarenakan pihak marketing kartu kredit yang tidak bertanggung jawab, dengan dalih upaya merayu nasabah kenaikan limit dengan syarat tertentu misalnya; pembuatan kartu kredit tambahan, padahal kenaikan limit hanya boleh diajukan oleh pihak pemegang kartu ke bagian card center. Jika anda lengah, bisa saja anda tergoda oleh jenis tipu daya seperti ini, maka dijamin data-data anda dipegang oleh marketing untuk diajukan pembuatan kartu tambahan atas nama pribadinya, tanpa anda ketahui lebih lanjut.

    Bagaimana mengatasi kejahatan kartu kredit ini? silahkan anda bisa membaca kembali cara memproteksi kartu kredit anda.

    Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.



  • 06/14/11--02:41: Fenomena Broker Kartu Kredit
  • Calo Kartu Kredit

    Disalah satu group forum kartu kredit di Facebook, saya pernah mendapati info bahwa salah satu cara termudah untuk mendapatkan kartu kredit yang kita inginkan adalah dengan menggunakan jasa broker kartu kredit. Sejenak saya berpikir, apa sih broker kartu kredit? Akhirnya saya mencari tahu dan faktanya adalah, sama saja mirip dengan sales marketing kartu kredit hanya saja broker kartu kredit mengaku memiliki akses lebih agar kartu yang diajukan 99% disetujui. Tapi broker kartu kredit meminta sejumlah imbalan atas jasa yang dijalaninya kepada calon nasabah yang mengajukan kartu kredit melaluinya.

    Berapa biaya jasa broker kartu kredit?
    Saya sendiri tidak tahu. Bagaimana sistem kerjanya agar kartu dapat disetujuipun saya tidak tahu. Karena menurut saya praktek ini sangat tidak etis. Sudah menjadi ketetapan Bank Indonesia, ada regulasinya, Bank penerbit kartu kredit dalam upaya mencari nasabah kartu kredit tidak dikenakan biaya alias gratis dalam proses apply kartu kredit. Karena pada prinsipnya, hanya analis kartu kredit yang hanya bisa mempertimbangkan kelayakan seorang calon nasabah, tanpa dipengaruhi pihak lain.


    Umumnya broker kartu kredit adalah sales marketing kartu kredit yang sudah sangat tinggi jam terbangnya dan berpengalaman, dan memiliki akses untuk masuk ke dalam sistem verifikasi calon nasabah kartu kredit. Kekurangan seorang calon nasabah bisa ditutupi dengan segala cara. Tujuan akhir adalah pengajuan kartu kredit disetujui.

    Secara tidak langsung broker kartu kredit merupakan calo kartu kredit. ;)
    Saya pribadi menyarankan, untuk tidak menggunakan jenis jasa seperti ini. Karena pada kenyataannya banyak kasus penyalah gunaan data, hingga kasus penipuan berawal dari jenis praktek seperti ini. Anda sendiri yang bisa terjerumus dan dirugikan kelak.

    Sebaiknya, jika anda ingin apply kartu kredit, gunakan saja cara standar, bisa mengunjungi gerai-gerai resmi, atau datang ke kantor cabang bank terdekat.

    Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.



    Memahami Dana Tunai Kartu Kredit

    Disalah satu email yang masuk soal konsul/share kartu kredit adalah dana tunai. Sebut saja namanya Pak Ahmad, beliau ditawari oleh telemarketing yang mewakili salah satu kartu kredit yang dimiliki oleh Pak Ahmad, yaitu dana tunai. Apa sih dana tunai itu? Dana tunai merupakan pinjaman dalam bentuk tunai (cash) dengan menggunakan sisa limit kartu kredit yang dimiliki, dan pembayaran dilakukan dengan sistem cicilan.

    Dana tunai akan mengambil rata-rata 60%-90% limit kartu kredit yang tersedia. Program cicilan yang ditawarkan bervariatif, misalnya 0% untuk 3 bulan, atau 0,99% untuk 6 atau 12 bulan, rata-rata dibawah 1%. Biasanya, bank menawarkan dana tunai ini, dengan melihat pemilik kartu apakah kartunya aktif atau pasif, jika pasif maka salah satu cara untuk bank mendapatkan keuntungan dari nasabah kartunya untuk pemakaian kartu kreditnya adalah dengan cara ini, dana tunai.

    Bagaimana mekanismenya?
    Biasanya tidak semua bank ada program seperti ini, hanya bank-bank tertentu saja, misalnya CIMB Niaga, ANZ, SCB, BII, BNI juga bisa hanya saja prinsipnya nasabah yang mengajukan (Program SmartCash). Bank-bank ini akan menghubungi nasabahnya, dan menawarkannya, dengan ketentuan yang disepakati misalnya bunga yang dikenakan, lama cicilan, dan juga ketentuan atau promo lainnya. Jika nasabah setuju maka bank akan mencairkan dananya dan mentransfer uang tersebut ke rekening nasabah, prosesnya sekitar 3-7 hari kerja.

    Setelah itu, limit kartu kredit nasabah tidak akan bisa digunakan sepenuhnya, paling hanya bisa digunakan sekitar 10%-40% saja. Dan tagihan akan tercetak seperti biasa di tagihan kartu kredit nasabah. Pembayaran cicilan tentu akan menambah limit kartu kredit nasabah.

    Apa keuntungannya?
    Tiap nasabah kartu kredit tentu unik. Program seperti ini, terkadang menguntungkan bagi anda pemilik bisnis, dengan dana tunai bisa saja dijadikan modal bisnis asal perputaran modalnya cepat, sehingga cicilan bisa tetap terbayarkan. Ada juga, yang berpikir dana tunai bisa dijadikan alat pembayaran tagihan kartu kredit lainnya yang sudah mepet ke jatuh tempo (sistem transfer balance). Sehingga memiliki tempo untuk nasabah melunasi di tagihan selanjutnya.

    Saran saya pribadi, jika memang anda tertarik mengambil program ini, perhatikan beberapa hal ini ;
    1. Bunga, jangan sampai bunga melebihi 0,5% dan sistemnya flat. Jika melebihi 0,5% sama saja anda mengambil KTA
    2. Lama cicilan, sebaiknya perkirakan kemampuan finansial anda, semakin cepat anda bisa melunasi, semakin cepat anda terbebas hutang.
    3. Pahami syarat dan ketentuan, ini penting, jangan sampai dikemudian hari menjadi masalah baru buat anda.
    4. Perhatikan periode penggunaan kartu kredit, jika anda ingin bertujuan menaikkan limit di kemudian hari, sebaiknya anda bisa memperkirakan kapan mengajukan kenaikan limit, karena pada dasarnya jika anda memiliki cicilan, akan mempengaruhi pengajuan kenaikan limit anda.
    5. Jika anda lebih senang menggunakan kartu kredit untuk mendapatkan pinjaman uang tunai, ambil fasilitas ini, daripada harus menggunakan jasa gesek tunai. Karena itu merugikan.

    Tertarik dana tunai?

    Mudah-mudahan bermanfaat.


    Survey Kartu Kredit

    Di minggu lalu, saya sempat dapat curhatan seorang pemegang kartu juga (card holder) kalau dia apply kartu kredit tapi akhirnya mendapatkan survey kunjungan dari pihak ke-3 mengenai aplikasi kartu kreditnya. Beliau ini merasa tidak nyaman diperlakukan demikian oleh pihak bank, padahal selama ini beliau merasa menjadi nasabah yang baik dan tak pernah lalai dalam membayar tagihan kartu kreditnya.

    Survey kunjungan? Apa sih maksudnya? Ya memang survey kunjungan adalah verifikasi data calon nasabah kartu kredit dengan cara dikunjungi oleh pihak surveyor (pihak ke-3 dari Bank). Tentu anda akan bertanya seperti ini, “bukankah pengajuan kartu kredit hanya di survey via telepon?”

    Saya jawab, tidak selamanya via telepon. Survey kunjungan bisa saja diberlakukan tanpa harus memberi tahu calon nasabah. Jika ini yang terjadi pada anda, jangan minder jangan ciut hati yah, ada hal-hal yang bisa dihadapi saat diberlakukan survey kunjungan justru hal-hal ini bisa menjadi hal positif buat anda. Tips dan trik menghadapi survey kunjungan ini juga prinsipnya bisa dilakukan untuk anda yang berniat mengambil kredit tanpa agunan (KTA), sedangkan kalau KPR maupun KKB saya rasa survey kunjungan adalah hal yang  mutlak dilakukan oleh pihak Bank ataupun leasing kendaraan.

    1. Cek kembali data aplikasi anda. Biasanya survey kunjungan terjadi karena data anda tidak lengkap, data anda mencurigakan dimata verifikator data, dan saat proses telepon oleh pihak Bank ternyata nyambung tapi tidak ada jawaban bisa saja terjadi kemungkinan itu.
    2. Prinsip utama survey kunjungan : memastikan alamat pengiriman kartu kredit sesuai yang diisi oleh calon nasabah kartu kredit,dan status nasabah tersebut di alamat tersebut.
    3. Anda sebagai calon nasabah kartu kredit harus yang mengendalikan surveyor saat bertemu bukan sebaliknya. Karena anda layak untuk dinilai lebih baik oleh siapapun.
    4. Biasanya bank-bank tertentu saja memberlakukan survey kunjungan, umumnya sih bank yang masih sedikit nasabah kartu kreditnya, misalnya Bank Bumiputera, Panin Bank, Bukopin, tapi tidak menutup kemungkinan bank besar juga memberlakukan.

    Anda terkena survey kunjungan atau mengalaminya langsung? Saya harap justru membuat anda semakin pintar dan cerdas untuk tetap mempelajari dunia kartu kredit dan kredit jenis lainnya dan tetap optimis, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari setiap proses.


    Proses Apply Kartu Kredit Membutuhkan Waktu


    Sudah hampir 1 bulan saya tidak mengupdate informasi mengenai kartu kredit. Berhubung saya sedang sibuk juga makanya sempat tidak mengupdate blog ini. Yang pasti memasuki Ramadhan kali ini, tentu ada dinamika juga di dunia kartu kredit. Yang pasti akan terjadi peningkatan transaksi kartu kredit apalagi menjelang lebaran. Tentunya ini pasar yang sangat potensial untuk Bank mengucurkan kreditnya dalam bentuk kartu kredit sebagai media pembiayaan. Maka dari itu sales kartu kredit juga gencar menjaring calon nasabah.

    Beberapa waktu yang ada yang curhat kepada saya, kalau pengajuannya selalu ditolak. Terakhir pengajuan ke BNI dan BCA ditolak, padahal sebut saja namanya Mbak Nia ini sudah mengisi aplikasi kartu kredit di cabang terdekat dikotanya sekitar 10 hari kerja sebelumnya. Dan merasa tidak ada kabar akhirnya Mbak Nia nekat menelepon ke call center BNI dan BCA dan dapat jawaban kalau pengajuannya ditolak menurut CS-nya.

    Dari cerita diatas, menurut saya Mbak Nia tidak sabar untuk menunggu proses pengajuannya, apply dicabang tempo 10 hari tapi ingin langsung diproses saya rasa tidaklah begitu. Rata-rata apply kartu kredit membutuhkan waktu 21 hari kerja, dan 28 hari kerja hingga kartu kredit diterima ditangan dengan baik. Jika ada sales kartu kredit mengatakan bahwa proses pengajuan membutuhkan waktu 14 hari kerja, itu namanya kebohongan publik. Apalagi ada yang menawarkan 5 hari kerja.

    Anda bisa mendapatkan kartu kredit dengan cara instant, instant disini adalah prosesnya, yaitu saat pengajuan anda langsung dianalisa oleh pihak Bank hari itu juga. Tapi tetap pencetakan kartu (jika diterima) tetap membutuhkan waktu minimal 2-3 hari kerja dan pengiriman kartu 7 hari kerja

    Cara diatas bisa anda dapatkan di program-program Apply kartu kredit One day Approval, atau bisa juga dengan cara yang sudah lazim yaitu menempatkan sejumlah dana yang besar di bank dalam bentuk deposito ataupun tabungan kemudian apply kartu kreditnya.

    Jadi balik lagi, kalau proses apply kartu kredit bukanlah hal yang instant seperti membuat SIM di Polwiltabes.

    Ada beberapa proses yang harus dilewati oleh sebuah aplikasi kartu kredit agar bisa diputuskan diterima atau ditolak, dan semua itu membutuhkan waktu.

    1. Proses pengisian data ; bisa melalui sales kartu kredit atau melalui CS di kantor cabang, proses ini memakan waktu bisa 7 hari kerja hingga masuk ke bagian card center sebuah Bank.
    2. Proses Verifikasi data ; proses ini mengecek kembali data anda calon nasabah kartu kredit dan dokumen yang dilampirkan, dikerjakan oleh pihak verifikator, rata-rata memakan waktu 14 hari kerja, logikanya jangan hanya pikirkan data anda, tapi juga data ribuan calon nasabah yang mengajukan juga, oleh karena itu memakan waktu.
    3. Proses Scoring ; ini dilakukan oleh pihak analis kredit, yang akan menilai semua data yang diterima, untuk menetapkan seberapa layaknya anda sebagai calon nasabah kartu kredit. Rata-rata membutuhkan waktu 7 hari kerja.
    4. Pencetakan kartu kredit ; jika pengajuan kartu kredit disetujui, pencetakan kartu kredit akan dilakukan 2-3 hari sejak status ditetapkan disetujui oleh tim analis kredit.
    5. Pengiriman kartu kredit ; proses ini membutuhkan waktu sekitar 7 hari kerja untuk Jabodetabek dalam mengirimkan kartu kredit ke nasabah. Dan rata-rata 14 hari kerja diluar Jabodetabek.

    Coba anda perhatikan, berapa lamakah waktu yang dibutuhkan jika anda total lama hari prosesnya? rata-rata lebih dari 30 hari kan....jadi apakah apply kartu kredit hal yang instant?

    Silahkan anda jawab sendiri jika merasa tulisan saya ini tidak bermanfaat

    :)

  • 09/13/11--22:27: Kenali Rasio Hutang Anda
  • Rasio Hutang

    Saya mohon maaf sekali, hampir 3 bulan lebih saya tidak mengupdate info di blog ini. Karena ada perbaikan sistem dan juga beberapa hal yang harus diperbaiki dari blog ini.

    Kali ini, saya akan sedikit menjelaskan bagaimana sebaiknya anda mengenali rasio hutang anda. Rasio hutang menurut definisi saya secara harfiah merupakan perbandingan hutang yang anda tanggung (kewajiban tertanggung) dengan aset anda termasuk income anda.


    Kenapa ini penting untuk anda ketahui?
    Begini prinsipnya, salah satu hal dikatakan secara finansial anda sehat adalah memiliki rasio hutang yang rendah dibandingkan aset anda. Contohnya, anda memiliki hutang Rp.1.000.000 di bank A, tetapi anda memiliki aset termasuk income anda sejumlah Rp.10.000.000 tentunya ini bukan kondisi yang sulit untuk anda melunasinya bukan?

    Sebaliknya secara finansial buruk jika rasio hutang yang anda miliki jauh diatas aset termasuk income yang anda miliki. Kondisi ini dikatakan pailit atau bankrut. Perlu perhatian khusus bagaimana mengatasi hutang ini agar anda kembali ke jalur yang benar secara finansial. Selain itu, rasio hutang ini bisa menjadi salah satu faktor kunci untuk anda dalam proses pengajuan kartu kredit, KTA ataupun KPR/KKB dan jenis pinjaman lainnya. Hal ini, rasio hutang merupakan salah satu penilaian analis kredit dalam memberi nilai calon debitur aspek finansialnya. Rasio hutang ini bisa didapat juga dari Informasi Debitur dari Bank Indonesia.

    Ada beberapa pemikiran yang keliru, jika anda memiliki kolektibilitas golongan 1 (Lancar) di catatan Informasi Debitur BI maka semua pengajuan kredit yang anda ajukan sudah pasti 90% disetujui oleh Bank. Pemikiran ini belum tentu benar, karena bagaimanapun tetap analis kredit akan menilai lagi bagaimana rasio hutang anda dengan secara teliti.

    Sebagai ilustrasi, anda memiliki kolektibilitas golongan 1 dengan memiliki 10 kartu kredit dari 10 Bank, padahal bisa saja dari 10 Bank anda masih memiliki sisa hutang yang tertunggak misalnya 5 bank. Sisa hutang ini bisa saja dalam bentuk cicilan tetap, sisa saldo hutang tertanggung karena sering bayar minimal payment. Nah semua penilaian ini akan masuk ke rasio hutang anda.

    Jadi jangan heran dan bingung jika anda apply kartu kredit, atau apply kredit lainnya selalu ditolak walau merasa tidak merasa masuk ke kolektibilitas 3-4 (kurang lancar), ternyata anda terganjal di rasio hutang anda saat ini.

    Tetapi anda tidak perlu khawatir, semua ada solusinya juga, bagaimana agar rasio hutang anda kembali normal. Ini akan saya bahas postingan selanjutnya ya. Tetap semangat dan berpikir positif selalu.



  • 10/17/11--10:24: Memahami Rasio Hutang
  • Contoh Simpel Soal Rasio Hutang


    Nampaknya menulis di blog ini mulai saya alami menjadi kesulitan tersendiri, karena kesibukan yang semakin menjadi-jadi. Selain itu juga karena saya hampir bingung untuk menyusun kembali info-info mengenai update dunia kartu kredit, dan info perbankan Indonesia.

    Kali ini saya coba sedikit menjelaskan, mengenai memahami rasio hutang. Dipostingan sebelumnya saya sempat sedikit menjelaskan apa maksudnya rasio hutang itu. Kali ini saya coba menekankan agar siapapun yang membaca tulisan saya ini, semakin mengerti bahwa rasio hutang itu hal yang penting kalau anda ingin melek secara finansial. :)

    Sebagai mempermudah agar dapat dipahami, akan saya beri contoh sedikit ya;
    Rasio hutang merupakan perbandingan antara asset yang anda miliki (termasuk income anda) dengan total hutang anda kepada bank. 
    Jika anda seorang karyawan swasta yang sebenarnya memiliki gaji hanya sebesar 3-4jt/bulan (atau 36-48juta/tahun), dan total hutang anda misalnya memiliki 5 kartu kredit dengan total 25juta. Bagi pihak bank, akan menilai anda dalam keadaan cukup diperhatikan, maksudnya, kemungkinan bank-bank lain tidak akan mengucurkan lagi kreditnya atau menolak pengajuan Kartu kredit anda, dikarenakan dalam posisi ini hutang anda hampir 75% dari income anda selama setahun.

    Lain halnya, jika anda dalam setiap bulannya bertambah aset anda, misalnya anda memiliki income terus bertambah, tentu akan menjadi penilaian lain dimata analis kredit.

    Apa yang saya tuliskan dari contoh diatas, sebaiknya anda harus berpikir kembali jika anda merasa masih kurang untuk memiliki kartu kredit.

    Jika anda memiliki usaha pribadi yang potensial, tentu bukan hal yang besar, karena bank lebih menyukai mengucurkan kreditnya kepada nasabah yang memiliki usaha yang potensial. Karena bagi bank, usaha potensial itu adalah aset yang akan berputar terus sehingga rasio hutangpun tetap seimbang.

    Mudah-mudahan mengerti ya apa yang sudah saya tuliskan, mudah-mudahan juga memahami bahwa memiliki kartu kredit lebih dari 5 jika anda hanya pegawai swasta dan gaji yang tetap tentu akan menyulitkan anda dikemudian hari.

    Cara Mendapatkan Ebook Gratis Kartu Kredit


    Sengaja saya menuliskan judul tulisan kali ini demikian, karena saya ingin sekali agar tulisan ini benar-benar diperhatikan dan dipahami maksud dari isi tulisan ini.

    Hampir menjelang 1 tahun sudah blog ini saya tuliskan, dengan tujuan untuk sharing dan memberikan pengalaman saya dalam hal dunia kartu kredit dan informasi perbankan lainnya. Saya juga menyediakan salah satu ebook yang memang bisa didownload secara penuh hanya saja saya tidak membagi-bagikan secara bebas. Karena informasi saya merupakan pengalaman pahit saya dalam upaya pertama kali sukses mendapatkan kartu kredit pertama saya, tidak sebanding jika harus disebar secara gratis.

    Tapi bukan berarti saya sombong atau pelit untuk tidak berbagi informasi, dalam bentuk blog inilah segalanya saya share. Bahkan saya juga sempat membuatkan forum newsletter yang setiap pengunjung berhak untuk bergabung.

    Tapi memang setelah berjalan hampir 10 bulan ini, hanya segelintir pengunjung yang memang serius untuk sama-sama belajar soal dunia kartu kredit. Dari ratusan pengunjung hanya sedikit yang memang berniat untuk belajar, sisanya hanya ingin disodorin, disuapin, dikasih gratisan....tanpa mau sedikitpun membuka kembali pikiran, untuk mendapatkan sesuatu anda harus berusaha keras.

    Sebagai buktinya, lihat saja bukti dari sekian banyak email newsletter yang kami kirimkan, hanya sedikit yang membuka email tersebut. 

    Karena fokus mereka hanya ingin mendapatkan apa yang mereka mau tapi tidak ingin mencoba belajar. Saya banyak terima kasih kepada kawan-kawan yang memang mau berjuang bersama-sama untuk mendapatkan kartu kredit pertama kalinya. Dan memang terbukti beberapa kawan yang sudah serius untuk membaca newsletter kartukreditku.info dan sudah mendonasi, pada tahap selanjutnya berhasil mendapatkan kartu kredit pertamanya. Selamat buat yang sudah berhasil mendapatkannya ya....:)




    Jebakan Batman Kartu Kredit


    Kartu kredit sejatinya merupakan alat pembayaran yang dikeluarkan oleh bank. Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh kartu kredit terkadang tidak dipelajari sepenuhnya oleh pemegang kartu kredit (Card Holder). Karena itu, dibalik kemudahan-kemudahan tersebut, tersembunyi beberapa jebakan-jebakan yang sering terjadi pada pola penggunaan kartu kredit.

    Penting sekali bagi saya menuliskan hal ini, karena bagaimanapun juga saya pemegang kartu kredit yang aktif.
    Hal ini menjadi pelajaran penting, ada banyak hal yang tersembunyi lagi dari sifat kartu kredit tersebut, terlebih lagi terkadang kebijakan yang sudah ditetapkan di starter kit atau welcome pack kartu kredit tidak sesuai dengan kenyataannya.

    Umumnya, jebakan-jebakan ini bukan menuju ke sistem bunga yang dikenakan, atau ke sistem transaksi, tapi lebih ke syarat dan ketentuan yang tidak sepenuhnya dijabarkan secara lebih detil lagi ke nasabah.


    1. Cashback dan Reward Point
    Sebenarnya cashback dan reward point sudah merupakan ketentuan umum dan hal yang biasa dalam penggunaan kartu kredit. Cashback dan reward point pula lah yang menjadi tujuan nasabah untuk lebih sering menggunakan kartu kreditnya, karena hasil cashback dan reward point terkadang sangat menarik.

    Perlu diperhatikan, pahami betul cashback yang ditawarkan, misalnya penawaran pendaftaran one-bill (tagihan telp,listrik,dan jenis tagihan lainnya) untuk didebet melalui kartu kredit ditawarkan akan mendapatkan cashback ditagihan selanjutnya. Pastikan dengan mempelajari billing tagihan, dan juga bisa langsung ke pihak card center.

    2. Konversi kartu kredit
    Konversi kartu kredit merupakan proses perubahan kartu kredit, bisa karena proses akuisisi salah satu produk bank ke pihak bank lain. Misalnya saja pada program akuisisi kartu kredit BCA Carefour menjadi milik bank Mega dengan produknya Mega Carefour. Atau yang baru-baru ini saja dilakukan adalah akuisisi kartu kredit GE Shopping Card diambil alih oleh Bank Permata, menjadi Permata Shopping Card.

    Perubahan-perubahan ini, tentu akan merubah masa umur kartu kepemilikan nasabah, sehingga yang dihitung adalah kepemilikan dimulai kembali dari awal pengaktifan kartu baru yang diterima hasil konversi.

    Kerugiannya : Semakin lama anda untuk mengajukan kembali masa proses kenaikan limit selanjutnya.



    3. Iming-iming kartu kredit gratis
    Jebakan jenis ini biasanya, dilakukan oleh pihak bank dengan menawarkan langsung ke nasabahnya, untuk dicetakkan kembali kartu kredit jenis lainnya, misalnya jika anda pemilik kartu VISA, maka anda akan ditawarkan juga kartu jenis Mastercard. Memang bank akan memperoses tanpa survey seperti biasa hanya konfirmasi saja, akan tetapi ada jebakan dibalik keuntungan ini.

    Misalnya saja; Anda memiliki kartu BNI VISA umur 6 bulan, maka anda akan ditawari juga BNI Mastercard, namun kelak anda tidak akan bisa mengajukan kenaikan limit hingga 1 tahun kemudian.
    Atau lain kasusnya lagi, jika anda memiliki kartu Standard Chartered VISA, maka anda akan ditawari juga yang jenis Mastercard, ternyata ini sharing limit, dan anda akan dikenakan biaya tahunan dobel ditahun berikutnya.

    Jadi sebaiknya cobalah untuk bijak dari setiap tawaran yang diberikan oleh pihak card center sebelum anda mengatakan setuju.

    Sebenarnya masih ada beberapa jebakan-jebakan lainnya dari pola penggunaan kartu kredit, dilain kesempatan akan saya coba tuliskan kembali ya, berhubung saya sudah terlalu larut dan agak lelah :)


    Peluang Apply Kredit di Akhir Tahun


    Akhirnya saya meluangkan lagi waktu saya untuk menulis disini, hampir beberapa waktu kebelakang belum dapat bahan inspirasi untuk menulis, akhirnya saya dapat inspirasi untuk menulis hal inipun karena obrolan saya beberapa waktu yang lalu dengan salah seorang supervisor marketing kredit kepemilikan rumah (KPR).

    Dari obrolan tersebut mengalir, jika menjelang akhir tahun umumnya periode Oktober-Desember merupakan waktu yang sangat tepat untuk anda apply kredit ke bank, termasuk kartu kredit, kredit kepemilikan kendaraan (KKB), kredit kepemilikan rumah (KPR) dan beberapa jenis kredit konsumer lainnya.

    Kenapa bisa mudah?
    Bank-bank akan lebih gencar mencari calon nasabah untuk memberikan kucuran kreditnya diakhir tahun, karena bank tidak ingin terkena pinalti dari Bank Indonesia, jika kucuran kreditnya tidak mencapai target yang ditetapkan dalam regulasi Bank Indonesia. Hal ini mau tidak mau membuat bank-bank lebih gencar menggerakkan marketingnya untuk mendapatkan nasabah debitur.

    Hal yang wajar jika anda memiliki track record yang bagus dalam penggunaan kartu kredit, maka hampir setiap hari kerja anda akan terus ditelpon oleh telemarketing menawarkan kredit yang bermacam-macam, dari KTA, kartu kredit, sampai KKB.

    Dari informasi ini, jelas ini juga peluang bagi anda yang belum memiliki kartu kredit, karena peluangnya cukup besar juga jika anda segera apply kartu kredit diperiode akhir tahun ini maka peluang untuk di-approve juga besar.

    Pada intinya, segeralah untuk take action dan pelajari lagi lebih detil soal kredit agar anda bisa lebih melek finansial dimasa yang akan datang.
    Mudah-mudahan informasi ini berguna untuk anda semua yah...

    Target Kehidupan Finansial 2012


    Selamat Tahun Baru 2012, semoga saya tidak terlalu telat mengucapkan ini ya :)
    Berbicara tahun baru, tentu tidak lepas dengan membahas resolusi. Nah kali ini saya akan coba untuk sedikit share, apa saja yang sebaiknya menjadi resolusi bagi kehidupan finansial anda di tahun 2012 ini.

    Jangan lupakan jika salah satu resolusi yang sangat penting untuk kehidupan anda adalah mengenai kehidupan finansial anda. Terutama soal hutang kredit juga tidak bisa dilupakan begitu saja.

    Saya sarankan, untuk resolusi 2012 ini cobalah untuk ;
    1. Merapihkan ratio hutang
    2. Menaikkan limit kredit
    3. Menabung

    1. Merapihkan ratio hutang
    Resolusi ini penting sekali, karena saya yakin sekali di tahun 2011 anda memiliki banyak hutang yang mungkin saja belum terselesaikan dengan baik, atau bahkan terlalu banyak cicilan yang belum dapat dilunasi dalam masa kurun waktu 1 tahun.
    Untuk itu, cobalah ditahun 2012 ini, sebaiknya anda catat lagi lebih detil jenis-jenis pos hutang anda, baik dalam tagihan kartu kredit, atau juga cicilan kredit lainnya. Buatlah gambaran kasar kemungkinan besaran cicilan yang anda mampu untuk membayarnya setiap bulan itupun sesudah anda hitung dari jumlah pendapatan anda selama sebulan. Ratio hutang yang baik adalah maksimal 30% dari jumlah income anda.

    Setelah membuat rencana tersebut, ada baiknya anda juga membuat target kapan bisa anda melunasi semua cicilan tersebut. Sesuaikan dengan kemampuan membayar anda setiap bulannya, selain itu juga berhemat memegang peranan penting jika ingin resolusi ini berhasil.

    Minimalisir penggunaan kartu kredit adalah kuncinya, karena dengan demikian jenis hutang konsumtif ini akan semakin berkurang.

    2. Menaikkan limit kartu kredit
    Resolusi ini saya sarankan untuk anda yang di tahun 2011, menguasai sekali pengelolaan hutang dan tidak terjerat oleh hutang dan memiliki ratio hutang yang cukup baik.

    Sebaiknya cobalah untuk mengecek kembali jenis-jenis kartu kredit yang anda miliki, apakah limitnya sudah sesuai dengan kebutuhan anda saat ini, atau memang profit yang anda dapatkan sudah mencukupi. Jika memang limit yang anda miliki tidak sesuai, sebaiknya anda mencoba untuk menaikkan limit kartu kredit anda. Atau meng-upgrade jenis kartu yang anda miliki saat ini, misalnya anda memiliki kartu jenis silver padahal anda tidak ada masalah hutang lagi, anda bisa mengajukan kenaikan limit dan merubah kartu anda menjadi jenis Gold.

    Kenapa saya sarankan, karena anda akan mendapatkan benefit yang lebih baik, jika memiliki kartu yang lebih sedikit lebih tinggi jenisnya. Saran ini hanya berlaku jika memang anda baik dalam pengelolaan keuangan dan tidak memiliki masalah dengan tagihan kartu kredit.

    3. Menabung
    Resolusi terakhir ini, tentunya merupakan resolusi yang hampir sering dijadikan keinginan setiap memasuki awal tahun. Ingin memiliki tabungan, ingin memiliki deposito, dan jenis bentuk saving lainnya.

    Ya, menabung merupakan resolusi idaman setiap orang, termasuk saya pribadi. Karena bagaimanapun menabung merupakan langkah awal anda bisa belajar disiplin dalam mengelola kehidupan finansial anda.

    Saya sarankan, cobalah untuk membuka tabungan jenis tabungan rencana,berjangka atau berkala. Sistem tabungan ini merupakan memaksa anda untuk menabung setiap bulannya dari mulai minimal Rp.100.000, sudah banyak beberapa bank memiliki jenis produk ini. Contoh halnya tabungan rencan Bank Mandiri, atau Tapenas BNI, atau bisa juga Mega Rencana Bank Mega, dan lain-lain.

    Salah satu keuntungan dari jenis tabungan ini, adalah membuat anda disiplin menabung, selain itu juga bisa membuat catatan finansial anda di salah satu bank sangat baik, sehingga peluang anda untuk mengambil jenis kredit akan menambah catatan baik karena secara langsung bank menilai anda memiliki disiplin dalam soal mengelola finansial.

    Nah, ini semua beberapa resolusi finansial anda yang bisa anda terapkan di 2012, semua resolusi akan bisa anda capai dengan baik jika semuanya bisa anda penuhi komitmennya dari dalam diri sendiri, tapi jika hanya sekedar impian tanpa ada usaha, sudah pasti resolusi hanya akan jadi catatan singkat di akhir tahun 2012 nanti.


    Semoga bermanfaat ya

    :)



    Bagaimana Mendapatkan Limit Kartu Kredit Tinggi


    Tentunya anda yang sering browsing di internet akan sering melihat tag-line kalimat provokatif diatas, jika anda iseng mencari info di internet mengenai menggandakan limit kartu kredit. :)

    Percayalah kawan, jika kalimat diatas bukan hal yang bohong, namun memang bisa terjadi dalam dunia kartu kredit, asal anda tahu caranya seperti apa. Kalimat diatas juga bernada provokatif, tidak ada yang salah dalam kalimat tersebut. Yang salah adalah jika anda memahaminya, salah dalam persepsinya.

    Ok, bagaimanakah caranya melipat gandakan limit kartu kredit anda?

    Jawabannya sederhana; menaikkan limit kartu kredit anda ke pihak bank (card center bank) dan juga apply kartu kredit dengan referensi kartu kredit yang limitnya juga mumpuni.

    Hanya 2 hal itu saja? Ya memang 2 hal itu saja, tidak ada rahasia khusus ko' :)

    Bagaimana agar limit kartu kredit bisa menjadi 1 miliar dalam waktu kurang lebih 5 bulan?
    Simpel saja kok, anda cukup membuka rekening prioritas di salah satu bank, misalnya di Bank Mandiri dengan saldo awal sebesar 500juta, maka anda bisa memperoleh kartu kredit (jika anda apply) Mandiri Platinum sebesar 200juta.

    Nah anda bisa gunakan kartu kredit Mandiri Platinum limit 200juta tersebut untuk dijadikan acuan meng-apply kartu kredit jenis lainnya dengan target jenis Platinum atau Worldcard. Bayangkan dalam hitungan 2-4 bulan saja anda bisa memperoleh kartu kredit dari bank lain, dengan rata-rata limitnya minimal 100juta, jadi jika saja anda memiliki minimal 5 kartu kredit, bukan kah anda sudah memiliki total limit kartu kredit anda mencapai 1 miliar :)

    Wah kalau pake cara itu sih, secara teori sih mudah ya?
    Tentunya anda sendiri yang menilai, teori tersebut mudah atau sulit. Karena semuanya bisa dipelajari dan dipraktekkan ko, asal ya tadi balik lagi, anda siap dengan modal awalnya sebesar 500juta? hehehehehe....

    Berbeda dengan saya, saya yang menjadi pertanyaan adalah, salah satu pemilik website tentang kartu kredit dan penulis buku (fenomenal) yang meng-klaim sebagai Raja kartu kredit bahwa memiliki total limit kartu kredit mencapai 1 miliar lebih, secara logika jika memiliki aset hutang sebanyak tersebut tentunya juga memiliki aset yang lain lebih banyak, kenapa harus masih berjualan buku dan ebook ya? :)

    Kalau saya pribadi, saya masih banyak hal yang harus dipelajari, oleh karena itu saya tidak memperjual belikan, sistemnya berbeda. Tujuannya juga berbeda.

    Anda bisa membaca ebook mengenai cara melipat gandakan limit kartu kredit dengan download langsung disini.

    Anda sendiri yang menilai


    Mudah-mudahan bermanfaat.

    Penyebab Penggunaan Kartu Kredit yang Salah


    Sebelumnya juga kami pernah menuliskan mengenai hal-hal kesalahan dalam penggunaan kartu kredit, tapi kali ini kami akan tuliskan lagi secara umum yang sering terjadi dalam penggunaan kartu kredit yang salah.

    Kartu kredit memang dapat memudahkan aktivitas kita, tetapi bila tidak digunakan secara bijaksana juga akan membuat kita terjerat masalah besar. Pada dasarnya, jika Anda tidak melakukan ke-4 hal berikut, Anda akan terbebas dari godaan membelanjakan terlalu banyak dan berbagai biaya yang memberatkan.

    1.  Hanya membayar minimum payment. Kelihatannya fasilitas ini memang mempermudah Anda membayar hutang sesuai kemampuan, namun efek sampingnya (yang kurang menyenangkan, dan justru menjadi tujuan bank penerbit kartu kredit) adalah memperlama hutang Anda. Bunga pun makin besar, sehingga meningkatkan jumlah hutang Anda secara keseluruhan.

    2.  Membawa terlalu banyak kartu kredit
    . Banyaknya pilihan kartu yang bisa digunakan membuat Anda mudah terjerat hutang, karena akan lebih sulit melacak pembelanjaan Anda (apalagi jika Anda tak pernah menc atat pengeluaran Anda). Memiliki banyak kartu kredit memang tidak selalu buruk; yang menjadi masalah adalah jika menyalahgunakannya. Jadi, batasi kemampuan Anda hanya dengan membawa dua kartu kredit yang bisa dikelola dengan hati-hati.

    3.  Terlambat membayar. Anda tidak hanya akan dikenakan denda karena terlambat membayar, tetapi juga terkena bunga yang terus naik. Jika Anda terlalu sibuk sehingga sulit meninggalkan kantor atau lupa membayar, jadilah anggota online banking atau pay over the phone untuk mendebit dari rekening tabungan anda untuk membayar tagihannya.

    4.  Sering mengambil cash advance, atau dana tunai melalui mesin ATM. Cash advance biasanya diikuti dengan interest rate yang lebih tinggi daripada bunga pembelanjaan (sekitar 4%). Belum lagi service fee-nya, yang bisa mencapai Rp 40.000 sekali transaksi.

    Jenis Kartu Kredit Yang Tidak Layak Anda Simpan atau Apply


    Kali ini saya sempatkan untuk sedikit mengulas, hal-hal yang kurang menyenangkan bagi pemilik kartu kredit saat mendapati pelayanan yang kurang baik dari pihak bank penerbit kartu kredit.

    Anda perlu memahami dan mengenal beberapa ciri kartu kredit tersebut memang layak untuk anda simpan atau anda tutup dikemudian hari. Anda harus pertimbangkan untuk tetap menyimpannya atau malah anda akan merasa rugi dikemudian hari.

    Ada beberapa bank, yang menurut hemat saya tidak layak untuk dimiliki, atau disimpan jika anda terpaksa sudah memilikinya dan menggunakannya selama ini.

    Sebenarnya faktor utama jenis kartu kredit yang tidak layak anda simpan ini adalah karena faktor pelayanan yang diberikan pihak penerbit (bank) sangatlah kurang bagi nasabah. Hal ini akan merugikan nasabah, dan menjebak nasabah dikemudian hari.

    1. Sulit menghubungi call center bank penerbit kartu kredit.
    Jika anda merasa sangat sulit untuk menelepon, dan diterima oleh pihak CS bank penerbit itu untuk keperluan soal kartu kredit anda, maka ini adalah ciri awal bahwa pelayanan bank tersebut sangat kurang layak. Karena menelepon bisa memakan waktu dan bahkan pulsa telepon anda akan terbuang banyak.

    Bahkan ada salah satu bank, yang hanya melayani nasabah melalui call center hanya saat jam kerja, diluar jam kerja maka hanya akan dijawab oleh mesin komputer saja. Ini contohnya adalah Call Center Bank Danamon (021) 3435-8888


    2. Pelayanan yang berbelit-belit.
    Jika anda akhirnya berhasil mendapati pihak CS Call center bank penerbit kartu kredit, dan berupaya meminta penjelasan akan kebutuhan informasi kartu kredit anda, dan jawabannya terkesan berbelit-belit, atau bahkan dipersulit, sebaiknya anda segera tutup teleponya, dan anda datang saja ke kantor cabang terdekat.


    3. Sulitnya menutup kartu kredit.
    Ciri lainnya adalah, prosedur resmi untuk menutup kartu kredit anda, disaat anda tidak lagi ingin menggunakan kartu kredit tersebut, dan anda sudah tidak memiliki lagi hutang/tagihan atas kartu tersebut, namun selalu sulit dan diberi jawaban berkelit untuk menahan anda agar tidak menutup kartu. Sudah jelas bank tersebut tidak layak untuk anda gunakan fasilitas kartu kreditnya. Contohnya Bank Mega, beberapa kasus, banyak sekali kejadian sulitnya menutup kartu kredit tersebut, walau nasabah sudah tidak memiliki hutang kartu kredit.

    4. Tagihan (Billing) yang selalu telat, bahkan tidak terkirim sama sekali.
    Anda pernah mengalami billing yang telat, mungkin jika 1-2 kali sih masih wajar, mungkin saja kurir yang terlalu sibuk, atau faktor hambatan cuaca dijalan. Namun jika sampai lebih dari 3 kali dan juga bahkan tidak terkirim sama sekali, ini menandakan bahwa memang ada itikad tidak baik dari pihak bank untuk masalah ini. Sebenarnya billing adalah hak nasabah.

    Bank berhak mengirimkan billing bulanan, jika memang telat sebaiknya bank memberitahu ke pihak nasabah, dan menawarkan nasabah untuk memberikan soft copy billing dalam bentuk E-statement (billing dikirim melalui email).

    Namun bila e-statement pun tidak terkirim padahal anda sudah mendaftarkannya melalui pihak bank, maka memang sudah jelas bank tersebut buruk pelayanannya ke pihak nasabah. Segera lunasi hutang anda, dan tutup saja kartunya. :)

    5. Pelit untuk memberi kenaikan limit.
    Ciri yang sering terjadi juga adalah sulit dan bahkan sangat pelit untuk memberikan kenaikan limit pada nasabah kartu kreditnya walaupun nasabah tersebut adalah nasabah yang sangat baik atau bonafid.

    Mungkin beberapa informasi ini pernah anda alami begitupun juga saya, sebaiknya anda pahami lagi, produk yang anda gunakan apakah sudah layak untuk anda gunakan dengan pelayanan yang buruk dari pihak bank kepada anda. :)

    Salam hangat

    Link Apply Kartu Kredit Online


    Berikut ini kami tampilkan aplikasi kartu kredit online yang bisa anda dapatkan. Layanan aplikasi online ini resmi langsung dari bank yang memiliki jalur aplikasi online dan GRATIS!
    Data aplikasi anda tidak akan tercecer atau tersebar dan diperjual belikan oleh pihak marketing dan sales-sales kartu kredit yang tidak bertanggung jawab.

    Tips untuk apply kartu kredit secara online ;
    1. Pelajari terlebih dahulu informasi yang diberikan oleh pihak bank melalui kanal aplikasi online tersebut.
    2. Persiapkan dokumen dengan sebaiknya, karena dokumen biasanya akan diminta oleh pihak bank dengan cara; kirim melalui email, atau fax, atau via Pos surat, atau bahkan bisa saja ada pihak yang mengambil data langsung ke alamat yang anda cantumkan.
    3. Jika memang dokumen dikirim via email, sebaiknya dokumen di scan dengan ukuran ratio pixel yang cukup besar agar data terlihat jelas.
    4. Jika dokumen dikirim melalui fax, pastikan anda cetak/print dokumen tersebut dengan ukuran yang terbaiknya, dan tidak dalam kondisi berwarna gelap.
    5. Jika dokumen dikirim melalui Pos Surat, pastikan anda menggunakan prangko atau jenis kiriman Pos yang paling cepat, untuk efektifitas waktu.
    6. Jika data diambil oleh pihak mengatas-nama kan bank (kurir), pastikan anda menerima surat tanda terima yang jelas bahwa data anda diambil oleh bank yang anda apply, menandakan itu adalah pihak yang resmi.
    7. Bersabar data anda diproses, dan tetap berpikir positif, mudah-mudahan aplikasi anda disetujui. :)

    Berminat apply kartu kredit online?
    Anda bisa kunjungi link online dibawah ini